27 Nov 2014
Referensi dan Peristiwa
Artikel
Seminar dan Kegiatan
Berita

 

FAQ
LINKS
Beritahukan Teman
kamus
Komentar anda
Simulasi Biaya Jasa
Permohonan Pendaftaran

 

Berita

Jakarta, Investor Indonesia, 15 September 2003

Sejumlah perusahaan efek anggota bursa diketahui telah memasukkan klausul mengenai penyelesaian sengketa di pasar modal melalui Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) ke dalam perikatan perjanjian dengan nasabah baru.

"Ada beberapa perusahaan sudah memasukkan klausul Bapmi ke dalam perjanjiannya. Bahkan Himdasun juga memasukkan klausul bapmi dalam perikatan transaksi dengan para anggota," kata ketua Bapmi, Achmad Zen Umar Purba kepada Investor Indonesia Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain perusahaan efek, Himpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN) baru-baru ini memang memasukkan klausul Bapmi ke dalam perikatan perjanjian dengan para anggota dan investornya.

Tapi, Zen Mengakui, hingga saat ini belum ada satu pun kasus terkait sengketa yang melibatkan perusahaan di pasar modal dengan nasabah yang secara formal dilaporkan ke Bapmi. Sebab, pelaporan suatu kasus kepada Bapmi, harus disetujui oleh kedua belah pihak yang bersengketa. "Memang, ada pelaporan kasus yang mentah diselesaikan melalui Bapmi. Tapi mereka (dua pihak yang bersengketa) kemudian menginginkan untuk konsolidasi dulu," paparnya.

Sementara, menanggapi penyelesaian kasus sengketa commercial paper (CP) antara pihak PT Jasa Banda Garta Sekuritas dengan nasabahnya yang kabarnya melalui Bapmi, Zen Menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum memperoleh konfirmasi mengenai kasus sengketa Jasa Banda, " ujarnya.

Sebelumnya, Pihak PT Jasa Banda Garta Sekuritas bersama Investornya akhirnya bersedia menyelesaikan perkara menyangkut CP yang diterbitkan perseroan melalui arbitrase. Menurut investor Jasa Banda, sengketa ini secepatnya akan diselesaikan lewat Bapmi setelah sebelumnya pihak Jasa Banda tak bersedia membawa perkara tersebut ke badan arbitrase.

Dalam kasus itu investor Jasa Banda terbukti menderita kerugian sebesar Rp 4,5 miliar. Kerugian ini diderita oleh dua investor, yakni Andy Salim sebesar Rp 2,5 miliar dan investor lainnya Rp 2 miliar.

Kendati saat ini tidak ada kasus yang masuk ke Bapmi, menurut Zen, hal itu bukan suatu masalah bagi Bapmi. Sebab, bagi Bapmi, mungkin itu menunjukkan tidak terjadi apa-apa antara investor dan perusahaan efek di lapangan.

Zen mengatakan, yang penting bagi Bapmi adalah orang untuk bisa menyelesaikan suatu persoalan secara kekeluargaan atau mufakat. Sehingga, tidak perlu bersengketa melalui pengadilan. Selebihnya, perlu diberikan penghargaan pada pihak-pihak terkait, termasuk pengadilan, untuk penyelesaian suatu sengketa di luar pengadilan.

Bahkan, kata Zen lebih lanjut, saat ini sudah ada indikator menuju kearah penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Terkait dengan ini, pihak Mahkamah Agung (MA) pun sudah berencana mengeluarkan program, yang intinya mewajibkan para hakim sebelum menyelesaikan suatu parkara perdata untuk bertindak sebagai mediator. "Jadi, suasana sebenarya sudah mengarah ke sana," tegasnya.

Zen menambahkan, suasana penyelesaian sengketa di luar pengadilan perlu dihidupkan. Karenanya, ia mendukung keberadaan Pusat Mediasi Nasional (PMN). "Sebab, yang penting bagaimana penerapannya, terutama oleh pengadilan. Misalnya, dalam arbitrase harus dibantu dengan pendaftaran ke pengadilan, agar mendapat kekuatan hukum," ujarnya. C44

Kembali ke Index Berita

Beranda Depan | Persetujuan Pengguna | Hubungi kami | English Version
Copyright © 2006 - Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia - All Rights Reserved